Hari Bhayangkara & Spirit Transformasi Kepolisian
Hari Bhayangkara & Spirit Transformasi Kepolisian
Oleh: Yulianta Saputra, S.H., M.H., C.M.
Setiap memasuki bulan Juli, bangsa ini memperingati Hari Bhayangkara. Hari Bhayangkara ialah hari peringatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dirayakan saban 1 Juli. Peringatan ini merujuk pada dikeluarkannya Penetapan Pemerintah No. 11/SD Tahun 1946 yang menyatukan seluruh kepolisian di Indonesia menjadi satu kesatuan nasional.
Adapun tema Hari Bhayangkara tahun 2026 ini, yakni “80 Tahun Mengabdi untuk Masyarakat.” Tema ini memfokuskan komitmen institusi Polri untuk konstan memberikan pelayanan yanghumanis, responsif, modern, dan profesionaldalam menjaga keamanan serta ketertiban nasional.
Di tengah sorotan publik nan kian tajam, kritik yang konstruktif niscaya bukanlah konfigurasi permusuhan, walakin tanda cinta pada institusi. Apalagi jikalau mengingati di momen ini, Polri memasuki usia delapan dekade dan notabene memasuki masa yang cukup matang sebuah institusi.
Atas kausa tersebut, ada baiknya kita sejenak merenung tentang Korps Bhayangkara ini. Pertanyaan yang kemudian laik diajukan ialah bagaimanakah wajah serta kinerja kepolisian kita di mata dunia?
Garda Terdepan
Sejarah panjang Polri ialah refleksi dari pasang surut perjuangan bangsa. Dari era revolusi fisik hingga masa reformasi, Polri senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, memberantas kejahatan, serta melayani masyarakat. Walakin, selidik punya selidik ternyata pada tahun 2025, Polri sudah menorehkan histori membanggakan.
DalamThe Global Safety Reportyang dirilis olehGallupbeberapa waktu silam. Indonesia memperoleh skor 89 padaLaw and Order Index, yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks tersebut mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kredibilitas terhadap penegakan hukum.
Selain itu, pada indikatorSafe to Walk Alone at Night, mayoritas responden di Indonesia mengaku merasa aman tatkala berjalan sendirian di malam hari. Sehingga menempatkan Indonesia pada peringkat ke-25 dari 144 negara. Data ini menandaskan bahwa tingkat keamanan di Indonesia berada dalam kondisi yang baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di tingkat nasional, hasil Survei Litbang Kompas yang dirilis pada November lalu turut memperkuat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri. Dalam survei itu, Polri masuk dalam tiga besar lembaga negara yang paling dipercaya masyarakat.
Senantiasa Bertransformasi
Menjadi salah satu kepolisian dengan skor tertinggi di mayapada tentu bukanlah perihal gampang, terlebih di tengah silang sengkarut dan kompleksitas sosial-politik Ibu Pertiwi. Pun kita juga perlu jujur bahwasanya mempertahankan kepercayaan khalayak niscaya jauh lebih sukar ketimbang sekadar meraihnya.
Tak pelak di momen HUT Bhayangkara ke-80 ini selayaknya tidak hanya dirayakan dengan selebrasi, walakin lebih ke spirit senantiasa bertransformasi. Transformasi institusi harus persisten digerakkan dan pelayanan publik mesti makin pesat, transparan, jua empati. Penegakan hukum pun wajib bebas dari intervensi, serta perilaku anggota Polri seyogiannya menjadi refleksi nilai-nilai Pancasila di antaranya: berintegritas, adil, cum melayani dengan hati.
Lebih-lebih tantangan yang dihadapi Polri tak pernah statis. Dengan realitas mondial yang kian kompleks dan perkembangan teknologi nan kian santer, menyembulkan format-format kejahatan siber baru seperti maraknya ancaman siber, ujaran kebencian (hate speech) di media sosial, hingga konflik sosial berbasis identitas. Oleh karenanya, Polri dituntut menjadi lebih dari penegak hukum semata. Ia harus menjadi pendengar dan notabene penjaga moral publik.
Maka dari itu pula, di momentum Hari Bhayangkara ini, polisi semestinya menjadikan refleksi ini sebagai “bahan bakar” untuk bertransformasi. Polisi bukan sekadar profesi, ia adalah jalan pengabdian. Yang paling signifikan, kembalikan polisi kepada rakyatnya. Lantaran dari rakyatlah, polisi berasal, dan kepada merekalah, polisi seyogianya mengabdi.
Akhirnya, di Hari Bhayangkara ini, marilah kita bersama-sama mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan personel polri yang tak kenal lelah menjaga keamanan kita. Pada saat yang sama, mari kita berikan dukungan dan masukan konstruktif agar Polri konstan bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, dan dicintai rakyatnya. Tak luput, penulis jua mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Jadilah Bhayangkara sejati nan tangguh, profesional, serta dipercaya oleh rakyat. (Artikel ini sudah diterbitkan di kolom Opini Koran Kedaulatan Rakyat edisi 1 Juli 2026 halaman 7)