Dosen Ilmu Hukum Menjadi Juri dan Narasumber Utama dalam Acara Puncak Anugrah Sancaka 2026 yang di Gelar oleh Kesabngpol Kota Yogyakarta
Dr. Khoirul Anam sebagai Narasumber dan Dewan Juri Utama berfoto bersama juri lainnya dan para juara
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesabngpol) Kota Yogyakarta menyelenggarakan puncak ajang Anugerah Sancaka yang di gelar di Hotel Royal Darmo Mallioboro pada tanggal 13 Oktober 2026. Anugerah sancaka adalah anugerah yang diberikan kepada Sekolah-sekolahyang berhasil dalam melaksanakan program-program pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter, peningkatan wawasan kebangsaan, toleransi antar sesama, serta peningkatan religiusitas peserta didik. Anugerah ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah SMP/Mts atau sederajat di Kota Yogyakarta untuk semakin fokus dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul dalam hal akademis, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) dipilih sebagai sasaran pertama karena jenjang pendidikan ini sangat penting dalam bagi perkembangan remaja. Pada usia ini, siswa mulai menghadapi berbagai permasalahan identitas dan sosial yang membutuhkan pembimbingan yang tepat. Oleh karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademis, tetapi juga pendidikan karakter yang dapat membentuk kepribadian mereka menjadi individu yang memiliki nilai moral yang tinggi.
Dalam acara puncak Anugerah Sancaka 2026 Tingkat SMP se Kota Yogyakarta memperebutkan Piala Walikota Yogyakarta tersebut diikuti oleh delapan finalis serta menghadirkan tiga juri utama sekaligus narasumber, salah satunya adalah Dr. Khoirul Anam dari UIN Sunan Kalijaga. Dari delapan finalis tersebut, ada tiga finalis yang berhak mendapatkan Piala Walikota Yogyakarta, yaitu SMPN 9 sebagai juara I, SMPN 8 sebagai juara II dan SMPN 7 sebagai juara III. Selain mendapatkan Trofi, para juara juga disediakan uang pembinaan. Dalam Paparannya, Dr. Khoirul Anam sebagai Dewan juri utama sekaligus sebagai narasumber mengatakan bahwa Semua sekolah yang sudah masuk finalis adalah juara. “Kita semua adalah juara sehingga” katanya. “Yang menang jangan jumawa dan yang kalah jangan putus asa” lanjutnya. Semua sekolah mempunyai keunggulan masing-masing yang tidak dimiliki oleh sekolah lainnya, sehingga semua layak menjadi juara. Namun dalam perlombaan harus ada yang kalah dan menang sehingga perlu perankingan.
Khoirul Anam dalam paparannya juga mengingatkan bahwa sebenarnya, menurut beberapa penelitian, masih banyak kasus pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan terjadi di sekolah-sekolah SMP/MTS di Kota Yogyakarta, termasuk sekolah-sekolah yang masuk finalis. berbagai problem seperti bulliying, radikalisme, intoleransi, pelecehan seksual dan kenakalan remaja masih sering muncul sehingga membutuhkan perhatian bersama. Semuanya belum terexpose dalam bahan presentasi dari seluruh peserta sehingga perlu mendapatkan perhatian untuk menjadi perbaikan di kemudian hari.