Dr. Khoirul Anam Kupas Nilai Integral Pancasila dalam “Sinau Pancasila” Kesbangpol DIY
Dr. Khoirul Anam Saat Menjadi Narasumber dalam Acara "Sinau Pancasila"
Yogyakarta — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta (Kesbangpol DIY) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD DIY) kembali menggelar agenda rutin Sinau Pancasila. Pada bulan September dan Oktober, acara bertempat di Pendopo Suluh Sasmito Bantul pada tanggal 16 September 2026 dan di Balai Padukuhan Tirtoadi Sleman pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Acara ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di DIY. Untuk menguatkan pemahaman warga, penyelenggara menghadirkan narasumber ahli, salah satunya adalah Dosen Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus pakar dari Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara, Dr. Khoirul Anam, S.H.I., M.S.I.
Pancasila Sebagai Satu Kesatuan Integral
Dalam paparannya, Dr. Khoirul Anam mengupas tuntas sejarah lahirnya Pancasila serta kedudukannya yang krusial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa kelima sila dalam Pancasila bersifat integral—satu napas dan satu jiwa yang tidak dapat dipisahkan atau berdiri sendiri. "Sila-sila dalam Pancasila itu saling terkait erat. Kita tidak bisa mengambil satu sila dan mengabaikan sila yang lain," ujar Khoirul Anam di hadapan para peserta.
Jabaran Norma Lima Sila Pancasila
Lebih lanjut, ia merinci norma-norma praktis yang terkandung di dalam setiap sila untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari:
·Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa):Mengandung nilai ketuhanan, jaminan kebebasan beragama, sikap toleransi antarumat, dan keutamaan kejujuran.
·Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):Memuat nilai persamaan derajat, kemanusiaan, perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), perilaku adil sesama manusia, serta sikap non-diskriminatif.
·Sila Ketiga (Persatuan Indonesia):Menitikberatkan pada sikap nasionalisme, menghargai kebihinekaan, menjaga persatuan bangsa, serta menumbuhkan patriotisme dan semangat bela negara.
·Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan):Menekankan pentingnya gotong royong, rasa kekeluargaan, mengutamakan musyawarah, nilai demokrasi, dan tanggung jawab bersama.
·Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia):Mengajarkan etos kerja keras, pantang menyerah, berperilaku adil dalam segala aspek, berpikir kreatif dan inovatif, serta menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Program Sinau Pancasila ini terus digulirkan secara berkala di berbagai titik wilayah DIY. Harapannya, kehadiran para pakar wawasan kebangsaan dan bela negara mampu memperkokoh karakter masyarakat Yogyakarta yang berkarakter Pancasila di tengah tantangan zaman.