Delapan Alumni Prodi Ilmu Hukum Lolos CPNS Mahkamah Agung RI

Delapan alumni Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan dan pembinaan unggul yang diberikan oleh program studi tersebut.

Para alumni yang sukses melewati seleksi ketat ini adalah Rohmatika Monati, Dody Abdillah, Irfan Aulia Ananta, Muhammad Arif Azarif, Muhammad Sobron Jamil, Pradika Rifai Rahman, Anisa Zahra Nur Umar, dan Muhammad Fahim Irsyadi. Tujuh di antaranya merupakan alumni angkatan 2019, sementara Muhammad Fahim Irsyadi berasal dari angkatan 2020. Mereka diterima dalam formasi Analis Perkara Peradilan, sebuah posisi yang membutuhkan keahlian mendalam di bidang hukum. Sebagian dari mereka lolos melalui jalur Cumlaude, yang mencerminkan prestasi akademik luar biasa selama masa perkuliahan, sedangkan lainnya diterima melalui jalur umum.

Rohmatika Monati, salah satu alumni yang berhasil, mengungkapkan rahasia di balik keberhasilannya. Ia menekankan pentingnya penguasaan materi perkuliahan yang relevan dengan ujian CPNS. “Banyak materi perkuliahan yang berguna dan muncul dalam soal-soal CPNS, khususnya mata kuliah seperti Acara Hukum Pidana, Hukum Acara Perdata, Hukum Acara TUN, dan Kekuasaan Kehakiman,” ungkapnya. Menurutnya, mata kuliah di Program Studi Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga sangat membantu persiapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS formasi Analis Perkara Peradilan Mahkamah Agung. Namun, ia juga menyarankan calon pelamar untuk mempelajari secara mandiri materi tertentu yang mungkin kurang ditekankan di perkuliahan, tergantung pada pilihan formasi masing-masing.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi, Mona—sapaan akrabnya—menggunakan berbagai sumber belajar. “Saya hanya menggunakan aplikasi YouTube untuk mendalami materi SKD, dan platform Telegram untuk berdiskusi serta mengerjakan kuis terkait kisi-kisi materi hukum dalam persiapan SKB,” jelasnya.

Lebih jauh, Mona berbagi pesan inspiratif kepada mahasiswa Prodi Ilmu Hukum yang akan memasuki dunia kerja. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu hukum yang solid dan pengembangan soft skills, seperti komunikasi, negosiasi, presentasi, kerja tim, dan problem-solving. “Manfaatkan peluang magang di lembaga hukum untuk mendapatkan pengalaman praktis. Bangun jaringan profesional dengan menghadiri seminar dan hukumacara, serta pertimbangkan untuk mengembangkan spesialisasi di bidang hukum tertentu agar lebih kompetitif di pasar kerja. Selain itu, selalu ikuti perkembangan hukum dan teknologi yang relevan,” pesannya.

Ia juga menutup dengan nasihat yang memotivasi: “Baik untuk seleksi CPNS maupun dunia kerja, awali dengan niat yang kuat, usaha maksimal, dan doa.”

Keberhasilan delapan alumni ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Hukum lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.